Log In  |  Mobile View  |  Help  
 
Visiting Lemon Tea's Shares (account name: lemontea99)
 
Memulai perjalanan kuliner mewah dengan Citarasa Tunisia

Masakan Tunisia tampaknya jarang dieksplorasi di Jakarta. Dengan mengingat hal itu, acara Citarasa Tunisia adalah tempat Anda dapat menggali lebih dalam ke masakan dan produk tradisional yang kaya di negara ini.

 

Saat ini diadakan hingga 6 Juni, ini adalah karya kolaborasi antara Ranch Market dan Farmers Market dengan DoubleTree oleh Hilton Jakarta-Diponegoro. Ini juga didukung oleh Kedutaan Besar Tunisia dan CEPEX Ekspor Tunisia sebagai pusat promosi ekspor negara tersebut.

 

Berbagai program dijadwalkan akan diadakan dalam acara tersebut. Pasar Peternakan dan Pasar Petani akan memperkenalkan kurma Tunisia bagi para pelanggannya. Sementara itu, Sea Grain Restaurant di DoubleTree oleh Hilton-Diponegoro akan mengadakan Eight Hands Iftar Culinary Journey dengan menghadirkan hidangan otentik oleh empat koki dari empat negara, yaitu Alvaro dari Spanyol, Zulkarnain dari Indonesia, Guettat Sirine dari Tunisia dan Ali Qadoom dari Lebanon. https://akunpropremium99.blogspot.com

 

Selain itu, Sirine akan berbagi pengalamannya dalam memasak makanan Tunisia dalam demonstrasi memasak pada hari Minggu, serta 11 dan 12 Mei di Ranch Market di Grand Indonesia Mall di Jakarta Pusat.

 

Sirine, yang memenangkan medali emas di Tunisian Culinary Award 2019, diharapkan untuk memamerkan berbagai masakan, termasuk salad panggang Tunisia, doigt de fatma (lumpia), daging sapi mloukhia, dan ikan kerapu couscous.

 

Selama upacara pembukaan Rasa Tunisia di Jakarta Pusat pada hari Jumat, Sirine berbagi dengan penonton bahan-bahan favoritnya yang harus dimiliki untuk hidangannya.

 

"Saya suka bawang putih, saya sangat menyukainya, sangat, [bersama] kemangi dan minyak zaitun," katanya.

 

Duta Besar Tunisia untuk Indonesia Riadh Dridi menjelaskan bahwa minyak zaitun, rempah-rempah, telur dan sayuran adalah bahan yang banyak digunakan di negara ini, sementara couscous adalah makanan Tunisia yang paling populer.

 

“Kami memasaknya dalam berbagai bentuk. Beberapa [orang memasaknya] dengan ayam, domba atau ikan. Kami juga memiliki spesialisasi lain, seperti harissa, yang merupakan sambal pedas pedas, ”kata Dridi pada kesempatan yang sama.

 

Dia menambahkan bahwa ini adalah pertama kalinya kedutaan menyelenggarakan acara semacam itu. Ketika dia tiba di Indonesia lima bulan lalu, dia terkejut hanya menemukan kurma Tunisia di pasar di sini.

 

"Kami sedang berusaha menemukan produk Tunisia lainnya seperti minyak zaitun, kurma dan tuna untuk ditampilkan kepada konsumen Indonesia," katanya.

 

Karim Fitouri, pendiri pabrik minyak zaitun Olivko, mengatakan dia akan senang melihat orang Indonesia mengonsumsi minyak zaitun Tunisia. Dia mengatakan bahwa Olivko telah memenangkan medali emas di 2018 Los Angeles International Extra Virgin Olive Oil Competition dan London International Olive Oil Competition 2019.

 

"Mari kita berharap kita dapat menemukan cara untuk memasuki [pasar] di sini," kata Fitouri. "Saya yakin jika kita [berhasil], itu akan sangat baik untuk orang Indonesia."


 None
 Important
Creation date: May 6, 2019 12:57 am     Last modified date: May 6, 2019 12:57 am   Last visit date: Sep 13, 2019 10:04 am
Select a Color